Search

Periode 2013, Sistem BEM Diganti DEMA

0 komentar

Saat mengadakan pertemuan dengan pimpinan-pimpinan civitas akademika di ruang rapat senat dalam pembahasan penyelenggaraan Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni, dan Riset (PIONIR), Pembantu Rektor III bidang kemahasiswaan Suadi Sa’ad menyinggung sistem pemerintahan yang harus diterapkan dalam kepengurusan mahasiswa tahun ini, Kamis (7/2).
Dalam rapat yang juga dihadiri oleh presiden dan wakil presiden mahasiswa terpilih tersebut,  Suadi Sa‘ad menyatakan, untuk priode 2013 pemerintahan mahasiswa harus menggunakan sistem Dewan Mahasiswa (DEMA), jika tidak (tetap menggunakan sistem BEM – red)  maka dana kegiatan mahasiwa untuk BEM, BEMF, HMJ, MPM dan DPM  tidak akan dicairkan. “Karena hal tersebut sesuai ketentuan  yang tertera dalam Surat Keputusan  Dirjen tahun 2007,” ungkapnya.
 Lanjut Suadi Sa’ad, seharusnya mahasiswa menggunakan sistem tersebut (DEMA-red) sejak lima tahun yang lalu, namun mahasiswa selalu menolak dengan alasan sistem DEMA sebagai bentuk pengekangan kreatifitas mahasiswa. “Padahal tidak seperti itu, tidak ada pembatasan kreatifitas dalam sistem ini,“ ungkapnya menjelaskan kepada crew SiGMA di depan ruang kerjanya setelah rapat.
Mengenai perbedaan sistem – antara BEM dan DEMA – laki-laki yang akrab disapa pak Suadi menjelaskan, yang membedakan sistem ini terletak dari penamaan strukutural dan sistem pemilihan pemimpin. Dalam sistem DEMA, legislatif (MPM dan DPM) diganti menjadi Senat Mahasiswa dan Eksekutif (BEM) diganti menjadi DEMA, kemudian, sistem pemilihan pemimpinnya tidak lagi melalui partai akan tetapi perwaklian himpunan jurusan. “Jadi otomatis partai politik kampus dihilangkan,” tambahnya.
Akbar, Presiden Mahasiswa terpilih menyatakan ketidak setujuannya akan keputusan pihak rektorat mengenai sistem pemerintahan mahasiswa tahun ini. Menurutnya sistem Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) merupakan sistem yang pas untuk mahasiswa. “Karena sistem BEM sangat demokratis, berbeda dengan DEMA,” ungkapnya saat dimintai pendapat oleh crew SiGMA setelah rapat. Kamis (7/2).
Lanjut Akbar, menanggapi keputusan tersebut, dia akan membicarakan hal tersebut dengan seluruh organisasi baik intra maupun ekstra. “Karena sistem DEMA akan berdampak keseluruh organ bukan hanya mahasiswa umum.” (Bayu – SiGMA)
  

Peringati hari Anti Korupsi Sedunia, Mahasiswa Gelar Mimbar Bebas

0 komentar

Serang, LPM SiGMA IAIN “SMH” Banten – Dalam rangka memperingati Hari Anti korupsi sedunia yang jatuh pada hari minggu tanggal 9 Desember 2012 mendatang, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Banten Anti Korupsi (MANTIK) yang terdiri dari beberapa Organisasi Eksternal seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Serang, KUMALA Pw. Serang, GMNI Cabang Serang, FAM Banten, KMB, KMS 30, KUMANDANG Banten, Himpunan Mahasiswa Serang (HAMAS), KAMDA Serang, HMI Cabang Serang, dan UMC melakukan Mimbar Bebas didepan aula utama IAIN “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten, Kamis (6/12).
Dalam mimbar bebas itu mahasiswa menyerukan agar ditegakkannya Hukum di Propinsi Banten khususnya mengenaik korupsi, serta menuntut Gubernur Banten “Ratu Atut Khosiyah” agar mengeluarkan statmen dalam pemberantasan korupsi sebagaimana yang pernah di katakan oleh Presiden RI. David Solahudin, selaku koordinator lapangan mengungkapkan, tujuan utama diadakannya mimbar bebas ini agar semua masalah-masalah Korupsi di Provinsi Banten ini di selesaikan. “Sedikitnya ada 100 kasus korupsi yang masih belum mendapatkan proses penanganan hukum secara serius sesuai dengan perundang-undangan,” ungkapnya saat dimintai keterangan disela-sela aksi, Kamis (6/12).
Dalam orasinya, Ahmad Solahudin mahasiswa perwakilan dari PMII, dalam memperingati hari anti korupsi ini kita harus lebih peduli terhadap lingkungan disekitar kita ini sudah diliputi oleh korupsi, “jangan sampai kita diam saja melihat para koruptor di Banten ini tambah merajalela,” ungkapnya dalam mimbar bebas yang bertemakan “Ganyang Pelaku Korupsi, Tegakkan Konstitusi” itu.
Senada dengan Solahudin,  Ahmad Sobari, salah satu peserta aksi dari Himpunan Mahasiswa Serang (HAMAS) mengungkapkan, aksi yang dilakukan hari ini merupakan rangkaian awal dari aksi memperingati Hari Anti Korupsi sedunia, esok hari direncanakan aksi akan dilakukan didepan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Banten, dan pada hari Minggu aksi dilanjutkan di alun-alun Kota Serang. “Agara hari Anti Korupsi Sedunia tahun ini bukan hanya seremonial saja,” tegas Sobari.  (Fery-SiGMA)